PSIKOLOGI MIMPI BERDASARKAN KEPERCAYAAN DAN BUDAYA

PSIKOLOGI MIMPI BERDASARKAN KEPERCAYAAN DAN BUDAYA

PSIKOLOGI MIMPI

Psikologi mimpi berdasarkan kepercayaan dan budaya yang dianut seseorang,yang mempengaruhi sifat dan tingkah laku.

Seperti yang kita ketahui,Mimpi adalah hal manusiawi yang banyak dialami oleh setiap manusia yang terjadi saat kita tertidur lelap baik di siang maupun malam hari.

Mungkin ada sebagian dari kita yang terpengaruh secara psikologis dari kejadian yang terjadi dalam mimpi kita.

Hal itu disebabkan oleh kepercayaan yang kita anut terhadap firasat yang merupakan tanda-tanda alam mengenai sesuatu yang akan terjadi.

Hubungan Psikologi Mimpi dan Budaya

Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa ilmu tafsir mimpi telah ada semenjak jaman mesir kuno dan berkembang hingga saat ini.

Setiap agama dan kebudayaan yang ada di dunia ini mungkin memiliki hal yang berbeda tentang penafsiran sebuah mimpi dari seseorang.

Secara garis besar mimpi dapat di artikan dengan 2 hal yaitu :

  1. Mimpi merupakan pertanda akan hal yang akan terjadi atau ramalan masa depan
  2. Mimpi hanyalah bunga tidur semata yang tidak memiliki arti apa-apa

Berdasarkan 2 garis besar diatas mungkin sebagian besar dari kita masih mempercayai sebuah mimpi adalah ramalan kejadian yang akan terjadi di masa depan dan hal itulah yang merupakan psikologi mimpi yang mempengaruhi sikap kita.

Bagaimana Sebuah Mimpi Dapat Mempengaruhi Pebuatan Seseorang

Banyak orang-orang besar di dunia ini yang sangat mempercayai bahwa mimpi adalah ramalan masa depan. Contohnya adalah Adolf Hitler hingga para raja-raja besar baik di nusantara maupun diberbagai belahan dunia.

Hal tersebut bila kita telisik lebih jauh merupakan pengaruh dari budaya mistis dan agama seseorang yang telah tertanam semenjak lahir. Sehingga secara tidak langsung mempengaruhi pola pikir dan psikologi kita dalam menyikapi sebuah mimpi.

Orang yang sejak kecil diajarkan berfikir secara logis dan modern dengan menilai sesuatu berdasarkan ilmu pasti biasanya hanya menganggap mimpi adalah sebuah bunga tidur semata.

Berbeda hal jika semenjak kecil kita sudah ditanamkan budaya atau agama tertentu atau setidaknya menyukai budaya tertentu,maka kita akan cenderung mempercayai bahwa mimpi adalah sebuah ramalan.

Jika kita mempercayai tentang ramalan mimpi,secara otomatis sebagai pertahanan diri kita pastinya akan berusaha mengantisipasi kejadian yang akan terjadi,baik itu dengan tindakan fisik maupun menyiapkan mental kita.

Kontradiksi Kejadian Dalam Mimpi Dan kenyataan

Kejadian yang terjadi didalam mimpi mungkin adalah wujud keinginan kita yang terpendam dalam fikiran bawah sadar kita.

Tetapi dalam garis besar dalam setiap buku tafsir mimpi dapat kita peroleh kesimpulan bahwa itu merupakan sebuah kontradiksi atau kebalikan kejadian.

Contohnya adalah jika kita mengalami kejadian yang buruk dalam mimpi mungkin saja itu malah dipercaya akan terjadinya hal yang baik.

Misalnya ketika kita mimpi menikah dalam buku mimpi merupakan pertanda akan terjadinya kematian bagi keluarga kita.

Contohnya lagi jika kita Mimpi digigit ular,itu merupakan sebuah kejadian buruk dalam mimpi yang kenyataanya malahan dipercaya sebagai pertanda baik dalam kehidupan nyata. Yaitu berarti kita akan segera menemukan pasangan hidup atau jodoh kita.

Demikianlah sedikit artikel singkat mengenai bagaimana mimpi mempengaruhi psikologi kita dalam berfikir dan bertindak secara menyeluruh.

Baca juga : tafsir mimpi 2d